Hukum Menyerahkan Kekuasaan Kepada Orang Kafir

  Islam dan Batasan Toleransi Pada hakekatnya Islam sangat mengajarkan toleransi dan mengatur kerukunan beragama. Islam tidak mengajarkan pemaksaan kehendak termasuk dalam masalah keimanan (QS 2: 256). Islam juga memberikan kebebasan untuk hidup damai dengan orang-orang non muslim yang mau hidup berdampingan dan damai dengan orang-orang Islam. Allah berfirman, لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ “Allah tidak melarang kalian dari orang-orang yang tidak memerangi kalian dan tidak mengeluarkan kalian dari negeri-negeri kalian untuk berbuat baik dan berbuat adil kepada mereka. Dan Allah menyukai orang-orang yang … Lanjutkan membaca Hukum Menyerahkan Kekuasaan Kepada Orang Kafir

Politik Islam Antara Formalitas dan Substansi

Di antara point penting dalam perjuangan politik Islam adalah kesungguhan dalam memperjuangan esensi kebaikan dan tidak terjebak dalam formalitas yang semu. Seringkali para politisi terpaku pada panggung prestasi formal tetapi kurang atau bahkan tidak intens sama sekali mengusahakan esensi kebijakan-kebijakan dan aksi-aksi politik. Ada dua hal yang penting dicermati dalam masalah ketidaksinkronan antara formalitas dan substansi: Yang pertama keseimbangan antara formalitas prosedural dgn substansi keadilan. Sering terjadi dunia politik hanya memperhatikan formalitas hukum dan prosedur, dan tidak memperjuangkan substansi keadilan yang sebenarnya menjadi maksud dan tujuan dari hukum, peraturan dan prosedur yang dibuat. Betapa seringnya hukum, peraturan dan prosedur disiasati … Lanjutkan membaca Politik Islam Antara Formalitas dan Substansi

Mean Goals (Maqashid Ammah) Syari’ah dalam Kehidupan Politik

Dalam Syariah Islam terdapat tiga kerangka besar yang mesti terealisasi melalui jabatan-jabatan politik. Yang pertama adalah menegakkan agama (iqomatud din). Al-Qur’an merekomendasikan dan menginformasikan bahwa orang-orang yang layak mendapatkan pertolongan Allah adalah orang-orang yang jika mendapatkan posisi politik penting, mereka mendirikan sholat, menunaikan zakat, memerintahkan kepada yang baik dan melarang dari hal yang buruk. Allah berfirman dalam surat al-Hajj ayat 41: {الَّذِينَ إِنْ مَكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ أَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ} الحج: ٤١ Artinya: “….(yaitu) orang-orang yang jika Kami tempatkan (diberi posisi kuat) di muka bumi, mereka mendirikan sholat, menunaikan zakat, memerintahkan kepada … Lanjutkan membaca Mean Goals (Maqashid Ammah) Syari’ah dalam Kehidupan Politik

Moralitas Islam dalam Kehidupan Politik

Jabatan politik adalah wilayah yang penuh dengan resiko penyelewengan dan kezhaliman. Karena itu sangat banyak arahan-arahan moral dalam al-Qur’an dan as-Sunnah untuk menjaga agar kehidupan politik umat menjadi kehidupan yang sehat dan produktif antara lain: A.     Tidak Mengambil dan Menggunakan Harta Yang Bukan Haknya Jabatan publik atau kekuasaan politik baik skala besar atau kecil adalah posisi yang sangat mudah untuk meraih sumber-sumber kekayaan materi. Orang-orang yang diberi kekuasaan mengelola kepentingan umum secara langsung akan sangat mudah mengambil hak orang lain jika mereka tidak memiliki komitmen moral, iman dan ketakwaan yang kokoh. Islam bukan saja mengharamkan uang haram, tetapi lebih jauh … Lanjutkan membaca Moralitas Islam dalam Kehidupan Politik

Sisi Hitam Dunia Ilmu

Mendengar kata “ilmu” terbayang dalam kesadaran kita semua hal yang baik dan positif. Ilmu berarti pengetahuan, kebijaksanaan, cahaya, kejelasan, kemajuan dan kemuliaan. Pada hakekatnya ilmu adalah karunia terbesar yang Allah berikan kepada manusia, kemuliaan tertinggi yang dihasilkan manusia dalam kehidupannya. Tetapi berbicara tentang dunia ilmu, tidaklah lengkap jika hanya membicarakan sisi cemerlangnya saja. Sahabat Nabi SAW, Hudzaifah bin Yaman begitu besar memberikan perhatian pada “sisi lain” dari ilmu agama, beliau bertanya kepada Nabi tentang kejahatan agar terhindar darinya. Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim bahwa Hudzaifah SAW berkata: كَانَ النَّاسُ يَسْأَلُونَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْخَيْرِ وَكُنْتُ أَسْأَلُهُ … Lanjutkan membaca Sisi Hitam Dunia Ilmu

Pemimpin dan Kepercayaan

Al-Imam al-Bukhary meriwayatkan dalam Shahihnya dari Abdurrahman bin Samurah r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda: «يَا عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ سَمُرَةَ لاَ تَسْأَلِ الإِمَارَةَ، فَإِنْ أُعْطِيتَهَا عَنْ مَسْأَلَةٍ وُكِلْتَ إِلَيْهَا، وَإِنْ أُعْطِيتَهَا عَنْ غَيْرِ مَسْأَلَةٍ أُعِنْتَ عَلَيْهَا» “Wahai Abdurrahman jangan meminta kepemimpinan (jabatan). Jika engkau mendapatkannya dengan meminta, engkau akan disandarkan kepadanya, tetapi jika engkau mendapatkannya tanpa meminta engkau akan dibantu memikulnya.” (HR al-Bukhari) Berdasarkan kepercayaan rakyatnya, pemimpin ada tiga macam: Yang pertama pemimpin yang sudah dipercaya sebelum memimpin, sehingga dia memimpin berkat kredibilitas yang sudah dimiliki tanpa direkayasa; yang kedua pemimpin yang mengusahakan kepercayaan agar dapat memimpin; yang ketiga pemimpin yang … Lanjutkan membaca Pemimpin dan Kepercayaan

Khutbah Idul Adha 1432 H

Nabi Ibrahim AS Imam Perubahan Global الله أكبر الله أكبر الله أكبر، الله أكبر الله أكبر الله أكبر، الله أكبر الله أكبر الله أكبر، الله أكبر ولله الحمد اَلْحَمْدُ لِلّهِ حمدا كثيرا طيبا مباركا فيه كما يحب ربنا ويرضاه، نحمده سبحانه والحمد نعمة منه مستفادة، ونشكر له والشكر منه أول زيادة، ونشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، الملِك الحق المبين، وخالق الخلق أجمعين، وباسط الرزق للمطيعين والعاصين، بسطا يقتضيه العدل والإحسان، والفضل والامتنان، ونشهد أن محمدا عبده ورسوله، وحبيبه وخليله، الصادق الوعد الأمين، المبعوث رحمة للعالمين، بعثه بملة حنيفية، وشرعة بالمكلفين بها حفية، ينطق بلسان التيسير … Lanjutkan membaca Khutbah Idul Adha 1432 H