Integritas Pribadi dan Bangsa

Integritas berasal dari bahasa Inggris “integrity” yang berarti kondisi yang lengkap dan tidak terpecah (The state of being whole and undivided). Pribadi yang memiliki integritas adalah pribadi yang memiliki keutuhan, tidak setengah-setengah, hipokrit, kontradiktif, ambigu atau mencla-mencle. Ia adalah mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan. Seringkali integritas didentikkan dengan kejujuran. Kejujuran dan konsistensi antara perkataan dan perilaku adalah wujud yang paling tegas dari sebuah integritas. Tetapi integritas – lebih dari itu – adalah kualitas pribadi yang meliputi segala nilai-nilai positif yang terkoneksi dan berfungsi dengan baik, sehingga pribadi yang … Lanjutkan membaca Integritas Pribadi dan Bangsa

Kelembutan yang Tercela

  Ayat ke-18 dari surat az-Zukhruf unik dan menggelitik. Allah berfirman: {أَوَمَنْ يُنَشَّأُ فِي الْحِلْيَةِ وَهُوَ فِي الْخِصَامِ غَيْرُ مُبِينٍ} الزخرف: ١٨ “(Dan apakah patut menjadi anak Allah) orang yang dibesarkan dalam keadaan berperhiasan sedang dia tidak dapat memberi alasan yang terang dalam pertengkaran?” [QS az-Zukhruf: 18] Konteks ayat ini adalah tentang persepsi orang-orang musyrik tentang para malaikat yang mereka anggap adalah “anak-anak perempuan” Tuhan. Allah mengecam keyakinan mereka itu. Pertama, karena para malaikat bukanlah wanita-wanita yang lemah gemulai. Para malaikat adalah makhluk-makhluk yang kuat dan sempurna, seperti yang digambarkan tentang malaikat penjaga neraka misalnya dalam surat at-Tahrim: {مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ … Lanjutkan membaca Kelembutan yang Tercela

Hukum Cadar

berdasarkan al-Qur’an, as-Sunnah dan Maqashid Syari’ah Nilai dasar yang dibangun oleh Islam untuk wanita adalah nilai perlindungan dan penghormatan. Seluruh tuntutan ajaran Islam yang terkait dengan wanita, seluruhnya bermuara pada perlindungan dan penghormatan terhadap wanita, meskipun – sangat disayangkan – semangat ini banyak yang tidak dipahami oleh banyak kalangan. Di antara tuntunan yang bertujuan melindungi dan menghormati wanita adalah tuntunan menutup aurat. Allah menciptakan wanita memiliki daya tarik fisik yang berbeda dengan lelaki. Jika tidak dilindungi maka wanita akan terancam berbagai resiko pelecehan yang sangat berbahaya. Data statistik menunjukkan bahwa masyarakat yang tidak berbudaya menutup aurat, memiliki angka pelecehan seksual … Lanjutkan membaca Hukum Cadar

Dinamika dan Persatuan

Dinamika adalah sifat inheren yang selalu ada dalam sebuah gerakan, baik pemikiran, politik, sosial ataupun ekonomi. Hakekat sebuah gerakan adalah dinamika itu sendiri. Dalam konteks kehidupan masyarakat kontemporer, dinamika dapat muncul dalam berbagai bentuk. Mulai dari dinamika berpikir, yang terwujud dalam perubahan paradigma, atau koreksi terhadap idealita, atau gugatan terhadap paham tertentu. Dinamika juga bisa berbentuk suksesi, perubahan struktur organisasi, perubahan kebijakan atau improvisasi terhadap strategi umum. Common sense yang umum terpendam alam bawah sadar masyarakat adalah bahwa dinamika cenderung berarti positif. Status quo seringkali dimaknai dengan kebekuan bahkan terkadang berkonotasi kezaliman. Manusia modern menyukai perubahan yang berarti variasi dan … Lanjutkan membaca Dinamika dan Persatuan

Aku, Kita dan Dia

Setiap manusia memiliki kiblat kehidupannya masing-masing. Manusia yang paling tidak berkualitas adalah yang menjadikan kiblat kehidupannya adalah dirinya sendiri. Segala usahanya, waktunya, pikirannya, bahkan keluarga, kerabat dan rekan-rekannya semua dia jadikan sebagai sarana untuk meraih kepentingan bagi dirinya. Ini adalah mental super egois. Dan sayangnya model seperti ini semakin banyak bermunculan. Bahkan dari perilaku tokoh-tokoh yang muncul di hadapan kita menunjukkan bahwa mereka adalah manusia super egois. Mereka rela menjual negerinya, bangsanya, bahkan agamanya untuk kepentingan sempit pribadinya. Filsafat ke-“aku”-an sangat kuat tertanam pada orang-orang yang ambisius mengejar kedudukan, penghormatan dan status sosial. Yang lebih mengerikan adalah ke-“aku”-an ini juga … Lanjutkan membaca Aku, Kita dan Dia

Ambisi Besar, Idealisme Kecil

Cita-cita luhur adalah dorongan kepada manusia untuk mencapai keinginan yang luhur. Pada umumnya ia berangkat dari idealisme besar yang ingin direalisasikan. Orang yang memiliki cita-cita yang luhur adalah orang yang terpuji. Tetapi kita juga menyaksikan anomali beberapa orang yang merupakan fenomena yang janggal, di mana keinginan besar yang dia miliki, bukan tumbuh dari sebuah idealisme yang luhur, bukan muncul dari keluhuran budi dan ketinggian norma. Ia tidak lain hanya merupakan luapan egoisme yang besar, keakuan yang menggelora, hanya sekedar posesifitas yang menggebu untuk meraih apapun yang dia suka. Tentu saja hal itu tidak dapat dinamakan sebagai cita-cita yang luhur. Ia … Lanjutkan membaca Ambisi Besar, Idealisme Kecil

Ingin Dipuji dan Dikagumi

Banyak manusia yang merasa bahwa dirinya semakin berharga dan hidupnya semakin bernilai, jika dia mendapat pujian dan decak kagum dari orang lain. Tetapi malangnya, seringkali hal tersebut justru bernilai sebaliknya walaupun lahirnya seolah-olah ia adalah sesuatu yang positif. Hal itu terjadi dalam beberapa bentuk: Pertama: Orang  yang ingin dipuji dengan sesuatu yang tidak ada pada dirinya. Orang yang senang dipuji dengan kejujuran padahal dia pembohong, dipuji sebagai orang bersih padahal dia koruptor, dipuji sebagai orang kaya, padahal dia banyak hutang, dan seterusnya. Orang yang seperti ini berpotensi untuk menjadi penipu, dan dia tidak akan bahagia jiwanya, karena jiwanya akan lelah … Lanjutkan membaca Ingin Dipuji dan Dikagumi