Elang dan Kodok

  Elang biasanya menjadi simbol hal-hal positif, sedangkan kodok sebaliknya. Banyak hal yang menyebabkan persepsi itu terbentuk. Dari segi fisik saja elang memang lebih indah dibanding kodok. Tapi saya sekarang sedang tertarik membandingkan antara elang dan kodok dalam gerakan mereka berdua mencapai tujuan. Dalam mencari rejekinya elang terbang tinggi di langit. Bahkan sejak memilih tempat tinggal, elang memang memilih tempat yang tinggi, baik di puncak pepohonan maupun di tebing-tebing yang terjal. Sedangkan kodok, dia tinggal di kubangan dan ia harus meloncat-loncat untuk mencari mangsa. Elang melebarkan sayap, memanfaatkan udara yang mengangkatnya, secara cerdas dan tidak ngoyo bergerak leluasa di angkasa. … Lanjutkan membaca Elang dan Kodok

Pemecah Persatuan dan Pengacau Barisan

  Pentingnya persatuan adalah hal dimaklumi bersama, baik karena itu adalah perintah agama, atau karena persatuan adalah kebutuhan bersama. Peribahasa yang menjadi khazanah bangsa ini adalah “Bersatu kita kokoh, bercerai kita roboh.” Tetapi realita kita menunjukkan tidak semua kita dapat bersatu dan mau bersatu. Selalu saja ada pihak-pihak yang, sengaja atau tidak, membuat kita selalu berbeda dan selalu tidak kompak. Al-Qur’an bukan saja memerintahkan kita untuk bersatu, tetapi juga menceritakan dan menyingkap orang-orang yang selalu saja merusak persatuan dan mengacaukan barisan. Dalam surat at-Taubah ayat 47-48, Allah bercerita tentang orang-orang munafik yang sebenarnya mereka berat untuk berjihad, kalaupun mereka ikut … Lanjutkan membaca Pemecah Persatuan dan Pengacau Barisan

Hukum Menyerahkan Kekuasaan Kepada Orang Kafir

  Islam dan Batasan Toleransi Pada hakekatnya Islam sangat mengajarkan toleransi dan mengatur kerukunan beragama. Islam tidak mengajarkan pemaksaan kehendak termasuk dalam masalah keimanan (QS 2: 256). Islam juga memberikan kebebasan untuk hidup damai dengan orang-orang non muslim yang mau hidup berdampingan dan damai dengan orang-orang Islam. Allah berfirman, لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ “Allah tidak melarang kalian dari orang-orang yang tidak memerangi kalian dan tidak mengeluarkan kalian dari negeri-negeri kalian untuk berbuat baik dan berbuat adil kepada mereka. Dan Allah menyukai orang-orang yang … Lanjutkan membaca Hukum Menyerahkan Kekuasaan Kepada Orang Kafir

Politik Islam Antara Formalitas dan Substansi

Di antara point penting dalam perjuangan politik Islam adalah kesungguhan dalam memperjuangan esensi kebaikan dan tidak terjebak dalam formalitas yang semu. Seringkali para politisi terpaku pada panggung prestasi formal tetapi kurang atau bahkan tidak intens sama sekali mengusahakan esensi kebijakan-kebijakan dan aksi-aksi politik. Ada dua hal yang penting dicermati dalam masalah ketidaksinkronan antara formalitas dan substansi: Yang pertama keseimbangan antara formalitas prosedural dgn substansi keadilan. Sering terjadi dunia politik hanya memperhatikan formalitas hukum dan prosedur, dan tidak memperjuangkan substansi keadilan yang sebenarnya menjadi maksud dan tujuan dari hukum, peraturan dan prosedur yang dibuat. Betapa seringnya hukum, peraturan dan prosedur disiasati … Lanjutkan membaca Politik Islam Antara Formalitas dan Substansi

Mean Goals (Maqashid Ammah) Syari’ah dalam Kehidupan Politik

Dalam Syariah Islam terdapat tiga kerangka besar yang mesti terealisasi melalui jabatan-jabatan politik. Yang pertama adalah menegakkan agama (iqomatud din). Al-Qur’an merekomendasikan dan menginformasikan bahwa orang-orang yang layak mendapatkan pertolongan Allah adalah orang-orang yang jika mendapatkan posisi politik penting, mereka mendirikan sholat, menunaikan zakat, memerintahkan kepada yang baik dan melarang dari hal yang buruk. Allah berfirman dalam surat al-Hajj ayat 41: {الَّذِينَ إِنْ مَكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ أَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ} الحج: ٤١ Artinya: “….(yaitu) orang-orang yang jika Kami tempatkan (diberi posisi kuat) di muka bumi, mereka mendirikan sholat, menunaikan zakat, memerintahkan kepada … Lanjutkan membaca Mean Goals (Maqashid Ammah) Syari’ah dalam Kehidupan Politik

Moralitas Islam dalam Kehidupan Politik

Jabatan politik adalah wilayah yang penuh dengan resiko penyelewengan dan kezhaliman. Karena itu sangat banyak arahan-arahan moral dalam al-Qur’an dan as-Sunnah untuk menjaga agar kehidupan politik umat menjadi kehidupan yang sehat dan produktif antara lain: A.     Tidak Mengambil dan Menggunakan Harta Yang Bukan Haknya Jabatan publik atau kekuasaan politik baik skala besar atau kecil adalah posisi yang sangat mudah untuk meraih sumber-sumber kekayaan materi. Orang-orang yang diberi kekuasaan mengelola kepentingan umum secara langsung akan sangat mudah mengambil hak orang lain jika mereka tidak memiliki komitmen moral, iman dan ketakwaan yang kokoh. Islam bukan saja mengharamkan uang haram, tetapi lebih jauh … Lanjutkan membaca Moralitas Islam dalam Kehidupan Politik

Sisi Hitam Dunia Ilmu

Mendengar kata “ilmu” terbayang dalam kesadaran kita semua hal yang baik dan positif. Ilmu berarti pengetahuan, kebijaksanaan, cahaya, kejelasan, kemajuan dan kemuliaan. Pada hakekatnya ilmu adalah karunia terbesar yang Allah berikan kepada manusia, kemuliaan tertinggi yang dihasilkan manusia dalam kehidupannya. Tetapi berbicara tentang dunia ilmu, tidaklah lengkap jika hanya membicarakan sisi cemerlangnya saja. Sahabat Nabi SAW, Hudzaifah bin Yaman begitu besar memberikan perhatian pada “sisi lain” dari ilmu agama, beliau bertanya kepada Nabi tentang kejahatan agar terhindar darinya. Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim bahwa Hudzaifah SAW berkata: كَانَ النَّاسُ يَسْأَلُونَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْخَيْرِ وَكُنْتُ أَسْأَلُهُ … Lanjutkan membaca Sisi Hitam Dunia Ilmu